Mangsa Ular Berbisa, Elang Ditemukan Lemas, Sempat Dirawat Warga Kemudian Diserahkan ke BKSDA

oleh

Uri.co.id, MAJALENGKA – Warga Desa Kertawinangun, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, menyerahkan secara sukarela elang yang ditemukannya ke petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat.

Menurut Petugas Polisi Kehutanan Resor Cirebon, Ade Kurniadi Karim, Elang Ular Bido yang bernama latin Spilornis Cheela itu ditemukan secara tidak sengaja oleh warga sepulang bekerja di hutan.

Saat ditemukan, elang yang masuk kategori satwa dilindungi itu dalam kondisi lemas sehingga warga pun membawa pulang dan merawatnya.

“Setelah sembuh, hari ini elang tersebut diserahkan secara sukarela ke BKSDA Jabar,” kata Ade Kurniadi Karim dalam keterangan tertulis yang diterima Jabar, Kamis (9/5/2019).

Pihaknya menduga elang tersebut lemas akibat racun ular yang dimangsanya.

Pasalnya, di alam liar elang jenis tersebut biasa memangsa ular berbisa.

Menurut dia, penyerahan elang itu dilakukan melalui perantara komunitas pecinta satwa, Rumah Singgah Satwa (RSS) Bumi Kita Majalengka.

Selanjutnya Tim Gugus Tugas Evakuasi Penyelamatan Satwa Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya BBKSDA Jawa Barat dalam hal ini Resor Konservasi Wilayah XXII Cirebon, langsung mengevakuasi elang tersebut.

“Setibanya di lokasi, kami langsung mengecek secara kasat mata kondisi elang tersebut dan hasilnya satwa secara fisik terlihat sehat,” ujar Ade Kurniadi Karim.

Ia menambahkan, secara rinci kondisi satwa langka tersebut, bahwa secara kasat mata terlihat sehat dan tidak ada cacat, kuku lengkap bulu sayap utuh, dan paruh runcing.

Namun, menurut dia, untuk lebih detailnya tim dokter hewan yang akan memeriksa kesehatan elang tersebut.

Selanjutnya elang tersebut akan dibawa ke kandang transit kantor Resor Cirebon untuk direhabilitasi terlebih dahulu sebelum dibawa ke kandang transit kantor Bidang KSDA Wilayah III Ciamis.

“Elang ini sementara kami rehab di kandang transit Resor Cirebon, nantinya dibawa ke Bidang III Ciamis untuk diperiksa dokter hewan sebelum dilepasliarkan kembali ke habitatnya,” kata Ade Kurniadi Karim.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar jangan pernah memelihara, menyimpan, memiliki satwa liar yang dilindungi undang-undang.

Hal tersebut merupakan tindakan yang melanggar hukum dan akan dikenakan sanksi pidana. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!