BI Cirebon Dorong Masyarakat Lakukan Transaksi Nontunai Saat Ramadan hingga Lebaran Karena Hal Ini

oleh

Uri.co.id, CIREBON – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon mendorong masyarakat melakukan transaksi nontunai selama Ramadan hingga Lebaran nanti.

Pasalnya, Wilayah III Cirebon yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan dinilai rawan peredaran uang palsu.

Kepala Tim Sistem Pembayaran (SP) Pengedaran Uang Rupiah (PUR) dan Keuangan Infklusif KPw BI Cirebon, Yukon Afrinaldo, mengatakan, jika semakin banyak orang yang memegang uang tunai, maka risiko memeroleh uang palsu juga lebih besar.

“Kami mendorong penggunaan nontunai karena kalau banyak orang yang memegang uang tunai, risiko dapat uang palsu jadi lebih besar,” kata Yukon Afrinaldo kepada Jabar, Senin (6/5/2019).

Ia mengatakan, peredaran uang palsu di Wilayah III Cirebon merupakan tertinggi di Jawa Barat.

Pasalnya, secara ekonomi peredaran uang di Wilayah III Cirebon termasuk yang tertinggi se-Jawa Barat.

“Jika semakin sedikit orang yang memegang uang tunai, maka potensi peredaran uang palsu juga semakin kecil,” ujar Yukon Afrinaldo.

Selain itu, menurut dia, fluktuasi peredaran uang palsu di Wilayah III Cirebon kerap terjadi pada momen-momen tertentu.

Terutama pada momentum pesta demokrasi belum lama ini dan hari besar atau hari raya keagamaan.

“Ramadan hingga Lebaran ini juga termasuk, makanya kami imbau masyarakat tetap waspada,” kata Yukon Afrinaldo. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!